← Kembali ke https://kalteng.co/

Bukan Cuma Bikin Gemuk, Ini 5 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Otak

https://kalteng.co/ • 18 September 2026 09:48
Bukan Cuma Bikin Gemuk, Ini 5 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Otak

KALTENG.CO-Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak hanya berpengaruh terhadap berat badan dan kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi otak.

Pola makan yang beragam dan kaya zat gizi membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk menjaga kemampuan berpikir, konsentrasi, serta daya ingat.

Sebaliknya, terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula, lemak tidak sehat, maupun bahan olahan dalam jumlah tinggi dapat berdampak buruk jika menjadi bagian dominan dari pola makan harian.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis sekaligus porsi makanan yang masuk ke dalam tubuh setiap hari.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan dan minuman yang perlu dibatasi karena dapat memberikan dampak kurang baik terhadap kesehatan otak jika dikonsumsi secara berlebihan:

1. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Konsumsi gula berlebih tidak hanya meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, tetapi juga berpengaruh pada fungsi kognitif. Asupan gula yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat memicu peradangan di otak serta mengganggu proses pembentukan memori baru. Pembatasan konsumsi minuman kemasan manis, kue, dan camilan tinggi gula sangat disarankan demi menjaga ketajaman daya ingat.

2. Makanan Olahan (Ultra-Processed Foods)

Makanan olahan umumnya mengandung kadar garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi namun sangat rendah gizi. Terlalu sering mengonsumsi makanan siap saji atau camilan kemasan olahan dapat mengurangi produksi senyawa pendukung pertumbuhan sel otak (Brain-Derived Neurotrophic Factor/BDNF). Akibatnya, kemampuan belajar dan daya ingat dapat menurun secara perlahan.

3. Makanan Tinggi Lemak Trans

Lemak trans buatan yang sering ditemukan pada hidangan gorengan, margarin keras, dan beberapa produk olahan pabrik dapat membahayakan kesehatan pembuluh darah. Selain memperburuk kesehatan jantung, lemak trans dapat memicu peradangan pada jaringan otak dan dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif di usia lanjut.

4. Karbohidrat Olahan dengan Indeks Glikemik Tinggi

Nasi putih, roti tawar putih, dan pasta berbahan tepung terigu murni merupakan contoh karbohidrat olahan yang cepat dicerna tubuh menjadi gula. Lonjakan kadar gula darah yang drastis akibat konsumsi berlebih dapat menyebabkan rasa lelah secara mendadak (brain fog) serta mengganggu fokus dan konsentrasi.

5. Minuman Beralkohol

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih dan jangka panjang dapat merusak struktur serta fungsi otak. Alkohol berpotensi mengganggu komunikasi antar-sel saraf, memperburuk daya ingat, serta mengurangi volume jaringan otak secara bertahap.

Menjaga kesehatan otak tidak cukup hanya dengan mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga harus didukung oleh pola makan yang seimbang.

Mengurangi porsi kelima jenis makanan dan minuman di atas serta mengimbanginya dengan asupan nutrisi kaya antioksidan—seperti ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan—merupakan langkah awal yang krusial untuk menjaga fungsi otak tetap optimal hingga usia tua. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli