← Kembali ke https://kalteng.co/

Diduga Dibekap dan Dicekik Sang Ayah, Dua Balita WNA Australia Ditemukan Tewas di Bali

https://kalteng.co/ • 17 September 2026 14:35
Diduga Dibekap dan Dicekik Sang Ayah, Dua Balita WNA Australia Ditemukan Tewas di Bali

KALTENG.CO-Peristiwa tragis mengguncang kawasan wisata Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial SDJ (57) diduga nekat mengakhiri hidup dua anak kandungnya sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri di penginapan Arca Bungalow pada Minggu (13/9/2026).

Kedua korban anak masing-masing berinisial ADS (7) dan LKS (4). Saat ini, Satuan Reskrim Polresta Denpasar tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif pasti di balik aksi nekat tersebut.

Indikasi Kekerasan Fisik dan Dugaan Diberangus

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar awal oleh Unit Identifikasi Polresta Denpasar, ditemukan indikasi kuat adanya tindak kekerasan fisik pada tubuh kedua bocah malang tersebut sebelum mengembuskan napas terakhir.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, menjelaskan bahwa kedua korban diduga meninggal akibat tindakan pembekapan dan pencekikan yang dilakukan oleh sang ayah.

“Kedua anak tersebut diduga kuat tewas akibat dibekap dan dicekik sebelum sang ayah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” terang Kombes Pol Leonardo.

Saat petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP), posisi SDJ ditemukan sudah tergantung pada terali besi jendela kamar menggunakan seutas kabel setrika berwarna putih.

Kondisi di dalam kamar kian memprihatinkan saat jasad kedua balita tersebut ditemukan terbaring dalam posisi bertumpuk tidak jauh dari posisi sang ayah—di mana tubuh anak laki-laki berada tepat di atas jasad adik perempuannya.

Evakuasi Jenazah dan Rencana Autopsi

Seluruh jasad korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian menuju RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah (RSUP Sanglah) Denpasar dengan mengerahkan unit ambulans dari BPBD serta PMI Kabupaten Badung guna proses penanganan medis lebih lanjut.

Kepolisian menegaskan bahwa tindakan autopsi akan segera dijadwalkan untuk memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban secara ilmiah.

“Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, perlu kiranya dilakukan autopsi jenazah,” tambah Kombes Pol Leonardo.

Koordinasi dengan Konsulat Australia dan Keluarga Korban

Hingga saat ini, Tim Penyidik Polresta Denpasar masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti pendukung di lapangan untuk menyusun kronologi utuh peristiwa naas ini.

Pihak kepolisian juga bergerak cepat menghubungi istri korban untuk dimintai keterangan, sekaligus menjalin koordinasi resmi dengan Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Bali guna penanganan prosedural lintas negara terkait warga negaranya. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli