← Kembali ke https://kalteng.co/

Baznas Alokasikan Rp40 Miliar untuk Sektor Pendidikan dan Perbaikan Sarpras Pesantren

https://kalteng.co/ • 17 September 2026 11:57
Baznas Alokasikan Rp40 Miliar untuk Sektor Pendidikan dan Perbaikan Sarpras Pesantren

KALTENG.CO-Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program Pesantren Nyaman Belajar. Langkah strategis ini menargetkan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) di 700 pesantren serta madrasah di seluruh Indonesia.

Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026). Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab tantangan pembenahan fasilitas pendidikan keagamaan sekaligus mengoptimalkan potensi pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Pendidikan Jadi Fokus Utama Penyaluran Zakat

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama prioritas pendayagunaan zakat nasional, di samping sektor kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah/mualaf.

Sodik menjelaskan bahwa dukungan Baznas terhadap dunia pendidikan diwujudkan melalui skema yang komprehensif, mulai dari pemberian beasiswa hingga penyediaan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

”Prioritas kita ada lima, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf. Salah satu prioritas kita adalah pendidikan,” ujar Sodik Mudjahid.

Untuk tahun anggaran ini, Baznas telah mengalokasikan dana sekitar Rp40 miliar guna mendukung serangkaian program pendidikan, termasuk kemitraan strategis bersama Kementerian Agama. Ke depan, program ini ditargetkan terus berkembang mencakup penguatan infrastruktur, dukungan IT, dan peningkatan kapasitas SDM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Solusi Atas Keterbatasan APBN bagi Puluhan Ribu Pesantren

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik sinergi bersama Baznas. Menag mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 42 ribu pesantren dengan jumlah santri mencapai 12 juta orang. Mayoritas lembaga pendidikan Islam ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Di tengah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren yang baru melantik pimpinannya, Kemenag mengakui adanya keterbatasan alokasi APBN untuk menjangkau seluruh kebutuhan fasilitas pesantren.

”Kolaborasi ini menjadi strategis dalam memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Mereka itu anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tegas Nasaruddin Umar.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menambahkan bahwa keterlibatan Baznas merupakan langkah logis dan wajar untuk menopang pembiayaan pesantren, mengingat peran Baznas sebagai pilar kekuatan ekonomi umat Islam.

Melalui program Pesantren Nyaman Belajar, Kemenag dan Baznas berharap kualitas sarana pendidikan Islam di daerah-daerah dapat meningkat signifikan, sehingga mencetak generasi muda yang unggul secara spiritual maupun intelektual. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli