KUALA KAPUAS, Kalteng.co-Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademik perguruan tinggi. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat konkret dan membantu memecahkan berbagai persoalan di tengah masyarakat desa. Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Rahmad Jainudin.
Ia mendorong para mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kapuas untuk berperan aktif dan berbaur secara langsung dengan warga selama menjalankan program pengabdian di Desa Talekong Punei. Menurut Rahmad, masa KKN merupakan momentum berharga bagi mahasiswa untuk menguji teori ilmiah yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas sosial di lapangan.
“Mahasiswa saya harapkan bisa berbaur dengan masyarakat, mengenali persoalan yang ada, kemudian ikut mencarikan solusi, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi,” ujar Rahmad Jainudin, Selasa (18/8/2026).
Membaca Potensi Desa dan Mendorong Solusi Berkelanjutan
Politisi Partai Golkar ini menekankan pentingnya pendekatan yang berbasis pada potensi dan kebutuhan lokal. Sejumlah tantangan di tingkat desa seperti rendahnya kesadaran pendidikan, pengelolaan kebersihan lingkungan, hingga keterbatasan akses terhadap layanan dasar membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk unsur akademisi.
Dengan bekal ilmu pengetahuan serta semangat muda, mahasiswa diyakini mampu menghadirkan gagasan segar, pendampingan masyarakat, serta inovasi program yang tepat sasaran. Kehadiran peserta KKN diharapkan menjadi energi positif yang menggerakkan partisipasi warga desa.
Sinergi Dunia Pendidikan dan Pembangunan Daerah
Lebih lanjut, Rahmad menilai bahwa pelaksanaan program KKN merupakan wujud nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Bagi mahasiswa sendiri, interaksi langsung dengan dinamika sosial pedesaan akan membentuk mentalitas kepemimpinan dan kepekaan empati yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas.
“Mahasiswa memiliki pengetahuan dan semangat muda yang bisa menjadi energi perubahan. Karena itu, manfaatkan kesempatan KKN ini untuk memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa KKN STAI Kapuas, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat setempat, program pengabdian ini diharapkan mampu meninggalkan jejak perubahan positif yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Talekong Punei dan Kabupaten Kapuas secara keseluruhan.
Dukungan DPRD Kabupaten Kapuas terhadap mahasiswa KKN STAI Kapuas mempertegas pentingnya sinergi antara akademisi dan masyarakat desa. Langkah mitigasi persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan melalui gagasan muda diharapkan mampu mendorong kemandirian warga Desa Talekong Punei secara optimal. (yud)