KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, memimpin secara resmi Musyawarah Kabupaten (Muskab) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Seruyan Tahun 2026 pada Kamis (24/9/2026).
Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah kebijakan organisasi sekaligus menyusun kepengurusan KORPRI Kabupaten Seruyan periode berikutnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus KORPRI, para kepala perangkat daerah atau yang mewakili, serta perwakilan anggota KORPRI dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan.
Penguatan Organisasi dan Pekerjaan Rumah Kepengurusan Baru
Dalam arahannya, Plh. Sekda dr. Bahrun Abbas menekankan pentingnya pembenahan dan penguatan tata kelola organisasi agar KORPRI ke depan semakin aktif, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, kepengurusan baru memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar, terutama terkait pencapaian kemandirian finansial dan peningkatan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satu fokus utama yang disoroti adalah skema pendanaan organisasi. Mengingat saat ini sudah tidak ada lagi pemotongan iuran KORPRI secara langsung, kepengurusan periode baru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan mandiri guna menopang keberlanjutan program kerja.
“Bagaimana supaya KORPRI ini bisa benar-benar berfungsi untuk menyejahterakan anggota KORPRI. Ini menjadi PR bagi teman-teman pengurus yang baru,” tegas dr. Bahrun Abbas.
Optimalisasi Koperasi ASN Bisa dan Aset KORPRI
Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi, Plh. Sekda mendorong optimalisasi berbagai potensi usaha milik KORPRI, salah satunya Koperasi ASN Bisa. Dari total sekitar 6.500 ASN di Kabupaten Seruyan, jumlah anggota koperasi saat ini tercatat baru sekitar 40 orang. Potensi keanggotaan yang sangat besar ini dinilai perlu digarap maksimal agar manfaat ekonomi koperasi dapat dirasakan secara meluas.
Selain sektor koperasi, pemanfaatan aset organisasi juga menjadi prioritas. Salah satunya adalah operasional bus KORPRI yang dinilai masih dapat dikelola secara lebih optimal. Dengan manajemen yang profesional dan akuntabel, aset-aset tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendapatan bernilai tambah yang dampaknya kembali kepada seluruh anggota.
Mengabdi Tanpa Pamrih Demi KORPRI yang Mandiri dan Profesional
Menutup arahannya, dr. Bahrun Abbas mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan peserta Muskab akan makna mendalam dari Mars KORPRI, khususnya bait “Di bawah panji KORPRI, kita mengabdi tanpa pamrih.”
Ia berharap semangat tersebut tidak sekadar menjadi slogan formalitas, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata melalui komitmen waktu, tenaga, dan pemikiran dari para pengurus.
Melalui Muskab KORPRI Kabupaten Seruyan Tahun 2026 ini, diharapkan lahir kepengurusan yang solid, mandiri, dan profesional dalam membawa KORPRI sebagai wadah yang menyejahterakan seluruh ASN di Kabupaten Seruyan. (fik)