← Kembali ke https://kalteng.co/

Ritual Adat Memandikan Meriam Beranak, DPRD Kobar Apresiasi Ikhtiar Tolak Bala dan Minta Hujan

https://kalteng.co/ • 28 September 2026 12:07
Ritual Adat Memandikan Meriam Beranak, DPRD Kobar Apresiasi Ikhtiar Tolak Bala dan Minta Hujan

PANGKALAN BUN, Kalteng.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong pelestarian berbagai budaya dan ritual adat yang masih hidup di tengah masyarakat. Tradisi warisan leluhur tersebut dinilai tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga mencerminkan identitas daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kobar, Muhammad Toha, saat mengikuti prosesi ritual adat memandikan pusaka bersejarah Meriam Beranak, peninggalan Kesultanan Kotawaringin Lama (Kolam), Sabtu (26/9).

Toha mengatakan, masyarakat Kabupaten Kobar patut berbangga karena masih memiliki beragam kekayaan budaya dan tradisi yang tetap terjaga hingga saat ini. Menurutnya, keberadaan ritual adat tersebut memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.

Ia mencontohkan prosesi memandikan senjata bersejarah Meriam Beranak yang tidak sekadar menjadi kegiatan budaya. Ritual tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wilayah Kotawaringin Lama, Kabupaten Kobar, hingga Kalimantan Tengah secara umum diberikan hujan dan dijauhkan dari berbagai marabahaya.

Terlebih, kondisi kekeringan dan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa waktu terakhir telah berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita memohon berkah hujan, karena pekatnya kabut asap Karhutla sudah sangat membuat masyarakat sesak napas. Alhamdulillah, berkat doa tulus dari seluruh elemen masyarakat, hujan akhirnya sempat turun cukup deras di wilayah Kolam,” tutur Toha.

Menurutnya, ritual adat seperti ini perlu terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda. Pelestarian tradisi tidak hanya penting untuk menjaga peninggalan sejarah, tetapi juga dapat memperkuat rasa kebersamaan dan identitas masyarakat daerah.

Toha berharap masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak dapat bersama-sama menjaga keberadaan budaya dan ritual adat yang menjadi bagian dari sejarah Kotawaringin Barat. “Warisan budaya seperti ini jangan sampai hilang. Generasi muda harus mengetahui sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya. (aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli