← Kembali ke https://kalteng.co/

8 Momen Emosional Pelepasan Guruh Soekarnoputra, Wasiat Terakhir Hingga Isak Tangis Trah Soekarno

https://kalteng.co/ • 27 September 2026 19:48
8 Momen Emosional Pelepasan Guruh Soekarnoputra, Wasiat Terakhir Hingga Isak Tangis Trah Soekarno

KALTENG.CO-Indonesia kembali kehilangan salah satu maestro seni dan budaya terbaiknya. Putra bungsu dari Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan Ibu Negara Fatmawati, Guruh Soekarnoputra, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 26 September 2026 pukul 04.16 WIB.

Guruh tutup usia pada umur 73 tahun saat menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kepulangan sosok yang dikenal berjiwa seni tinggi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, sahabat, seniman, hingga panggung politik tanah air.

Di balik suasana duka tersebut, tersimpan berbagai deretan momen emosional dan fakta menarik yang mewarnai detik-detik prosesi pelepasan almarhum.

1. Sempat Mengalami Kejang Tiga Kali Sebelum Wafat

Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi kesehatan Guruh sempat mengalami penurunan drastis secara mendadak. Keponakan almarhum, Didi Mahardika, menceritakan bahwa pamannya sempat menjalani perawatan kritis dan tidak sadarkan diri di ruang ICU RS Siloam Semanggi.

Didi mengungkapkan bahwa almarhum sempat mengalami kejang sebanyak tiga kali. Sebelumnya, Guruh juga pernah dirawat selama empat minggu di RS Medistra Jakarta dan sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan sebelum akhirnya kembali menurun. Pihak keluarga sendiri memilih untuk menjaga privasi terkait detail medis spesifik penyakit yang diidap almarhum.

2. Riwayat Kesehatan Menurun Selama Satu Tahun Terakhir

Masalah kesehatan almarhum rupanya telah berlangsung sejak satu tahun belakangan. Meskipun kondisi fisiknya kian terbatas, semangat karya Guruh Soekarnoputra tidak pernah pudar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengenang bahwa hingga akhir hayatnya Guruh masih memiliki antusiasme tinggi untuk menghidupkan kembali Swara Mahardhika serta Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production. Almarhum bahkan tengah berkolaborasi dengan sejumlah seniman senior untuk menyiapkan sebuah pertunjukan monolog.

3. Kehadiran Megawati Soekarnoputri dari Manado

Kedatangan sang kakak, Megawati Soekarnoputri, menjadi salah satu momen paling mengharukan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Megawati yang tengah berada dalam agenda kunjungan di Manado, Sulawesi Utara, langsung bertolak menuju Jakarta begitu mendengar kabar duka tersebut. Kehadiran Megawati menjadi momen penutup yang sangat dinantikan oleh keluarga besar sebelum jenazah disalatkan dan diberangkatkan ke pemakaman.

4. Wasiat Dimakamkan di Samping Pusara Ibu Fatmawati

Sesuai dengan keinginan dan wasiat terakhirnya, Guruh Soekarnoputra dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, tepat bersisian dengan pusara sang ibunda, Fatmawati.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengonfirmasi bahwa lokasi pemakaman tersebut merupakan permintaan pribadi almarhum semasa hidup. Tak hanya itu, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan detail emosional lainnya, di mana jenazah Guruh dibalut menggunakan kain kafan favorit peninggalan Fatmawati. Hal ini mempertegas kehangatan ikatan batin antara ibu dan anak yang terjalin erat hingga akhir hayat.

5. Berkumpulnya Trah Soekarno di TPU Karet Bivak

Prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar Presiden Soekarno. Kakak-kakak almarhum seperti Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, dan Sukmawati Soekarnoputri hadir memberikan penghormatan serta doa terakhir bagi si anak bungsu yang lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 tersebut.

6. Penghormatan Bendera Setengah Tiang PDI Perjuangan

Jejak langkah Guruh tidak hanya berbekas di panggung seni, melainkan juga di kancah politik nasional melalui PDI Perjuangan. Sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan setinggi-tingginya, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari berturut-turut.

Instruksi ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Rano Karno, saat membacakan pidato pelepasan jenazah di area pemakaman.

7. Simpati dari Berbagai Tokoh Nasional

Kepergian legenda budaya ini memantik rasa simpati luas dari berbagai pejabat dan tokoh publik. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ungkapan belasungkawa resmi mendalam yang disertai unggahan sketsa wajah Guruh.

Selain itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut hadir melayat secara langsung. SBY mengenang sosok Guruh sebagai sahabat seniman yang hangat, sembari menceritakan kenangan manis saat keduanya pernah berbagi kanvas dalam sebuah pameran seni lukis bersama.

8. Peninggalan Karya dan Warisan Seni Abadi

Kepulangan Guruh Soekarnoputra kembali memutar ingatan publik pada rekam jejak mahakaryanya. Sejak usia muda, Guruh telah mendedikasikan hidupnya pada seni tari, musik, dan seni pertunjukan.

Ia merupakan pendiri Swara Mahardhika serta pelopor grup musik eksperimental legendaris Guruh Gipsy bersama figur-figur hebat seperti Chrisye, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman. Salah satu karya ciptaannya yang tak lekang oleh waktu adalah lagu “Kala Sang Surya Tenggelam” yang diabadikan oleh vokal khas Chrisye.

Sebagai koreografer, komposer, penata panggung, dan budayawan, Guruh telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah budaya pop Indonesia. Meski jasadnya kini telah beristirahat tenang di samping sang ibu, warisan karya, karakter, dan dedikasinya akan terus hidup serta menginspirasi generasi seni Indonesia di masa depan. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli