PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Tiga jenazah laki-laki ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Ketiganya diduga kuat berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya dilaporkan mengalami musibah di perairan Seruyan.
Proses evakuasi dilakukan tim SAR gabungan pada Jumat (25/9/2026), setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai penemuan jenazah di kawasan pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra mengatakan, informasi awal diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Warga melaporkan adanya satu jenazah yang ditemukan di kawasan pantai tersebut.
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan jenazah yang dilaporkan,” katanya, Sabtu (26/9/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan bergerak dari Pos TNI AL Seruyan sekitar pukul 15.00 WIB menuju lokasi penemuan. Tim terdiri dari personel Ditpolairud Polda Kalteng melalui Mako Perwakilan Seruyan, Basarnas, Satpolair Polres Seruyan, serta TNI AL.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, petugas langsung melakukan penyisiran di kawasan pantai Desa Sungai Perlu hingga perairan Sungai Rambai.
“Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, tim melakukan penyisiran dan menemukan tiga jenazah berjenis kelamin laki-laki yang diduga berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8,” ujarnya.
Ketiga jenazah tersebut ditemukan di wilayah pantai Desa Sungai Perlu dan perairan Sungai Rambai, Kecamatan Seruyan Hilir. Kawasan tersebut berada di pesisir Kabupaten Seruyan yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Jawa.
Namun, hingga proses evakuasi dilakukan, identitas ketiga korban belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan proses identifikasi untuk memastikan apakah ketiganya merupakan bagian dari korban KM Virgo Transport 8.
“Untuk memastikan identitasnya, ketiga jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dony.
Ketiga jenazah selanjutnya dievakuasi menuju Kuala Pembuang sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan identitas serta mencocokkannya dengan data korban yang masih dalam pencarian.
Dony menegaskan, proses pencarian dan penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur SAR. Mulai dari menerima laporan masyarakat, koordinasi antarpersonel, penyisiran lokasi hingga proses evakuasi jenazah dilakukan secara bertahap.
“Seluruh proses penanganan kami lakukan bersama tim SAR gabungan, termasuk evakuasi jenazah untuk selanjutnya diserahkan dalam proses identifikasi,” pungkasnya. (oiq)