← Kembali ke https://kalteng.co/

Drone Termal Bongkar Titik Panas Tersembunyi, Pangdam XXII/TB Pantau Karhutla di KM 21

https://kalteng.co/ • 26 September 2026 11:42
Drone Termal Bongkar Titik Panas Tersembunyi, Pangdam XXII/TB Pantau Karhutla di KM 21

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut KM 21, Palangka Raya, dipantau langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc, Jumat (25/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, pemantauan tidak hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi juga menggunakan drone yang dilengkapi kamera termal untuk mendeteksi titik panas yang masih tersisa.

Teknologi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang masih memiliki suhu tinggi, termasuk bara api yang tidak lagi terlihat dari permukaan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemadaman tidak berhenti hanya setelah kobaran api terlihat padam.

Dari hasil pemantauan udara, sejumlah titik panas masih terdeteksi di area yang sebelumnya terbakar. Kondisi itu menjadi perhatian karena bara yang tertinggal, terutama di bawah permukaan lahan, berpotensi kembali memicu munculnya api apabila tidak segera ditangani.

Pangdam XXII/TB meminta personel Satgas Karhutla menindaklanjuti setiap titik panas yang ditemukan melalui pemantauan drone termal. Proses pemadaman juga diminta dilakukan secara menyeluruh dengan memastikan area yang telah terbakar benar-benar dalam kondisi aman.

“Pastikan seluruh sisa bara yang masih terdeteksi benar-benar dipadamkan dan lakukan pendinginan secara menyeluruh. Jangan sampai bara yang tersisa kembali memicu kebakaran,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Pangdam didampingi Asops Kasdam XXII/TB Kolonel Inf Danang Prasetyo Wibowo, M.I.Pol., Kazidam XXII/TB Kolonel Czi Daniel Panjaitan, Dandim 1016/Plk Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., serta Danyonif TP 830 Letkol Inf Jehan Divif Wotanto.

Penggunaan drone termal dalam pemantauan Karhutla memberikan gambaran lebih detail terhadap kondisi lapangan, khususnya untuk menemukan titik panas yang sulit dikenali secara kasat mata. Dengan demikian, personel di lapangan dapat mengarahkan upaya pemadaman dan pendinginan secara lebih tepat pada lokasi yang masih menyimpan potensi api. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli