PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi tantangan bagi warga yang tetap harus bekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seperti terlihat dalam foto, seorang warga tetap berjalan menyusuri tepian jalan dengan membawa dagangan di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Dengan perlengkapan sederhana, ia berusaha menjalankan aktivitasnya meski jarak pandang terlihat terbatas dan suasana di sekitar jalan tampak diselimuti kabut.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kabut asap dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Bagi sebagian warga, menghentikan aktivitas bukan pilihan karena kebutuhan ekonomi tetap harus dipenuhi.
Di tengah situasi udara yang kurang baik, masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan informasi kualitas udara menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan asap.
Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan karhutla membutuhkan kepedulian serta peran bersama.(pra)