← Kembali ke https://kalteng.co/

Geger Sel Mewah Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Salah Satunya Tempat Ferdy Sambo?

https://kalteng.co/ • 24 September 2026 15:27
Geger Sel Mewah Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Salah Satunya Tempat Ferdy Sambo?

KALTENG.CO-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, menjadi sorotan publik usai Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (23/9/2026).

Sidak tersebut mengungkap adanya dugaan fasilitas hunian mewah berstandar apartemen di kawasan dalam lapas yang diduga dinikmati oleh sejumlah warga binaan, termasuk mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo sendiri diketahui merupakan warga binaan di Lapas Cibinong yang juga menjabat sebagai Koordinator Gereja Oikumene Terang Dunia di tempat tersebut. Menanggapi dugaan penggunaan fasilitas mewah oleh terpidana kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua tersebut, pihak Ombudsman belum memberikan kepastian.

“Mungkin juga (Ferdy Sambo pakai fasilitas tersebut), karena kita belum bisa pastikan,” ujar Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin.

Deretan Fasilitas Mewah Tipe 36 dan Temuan Miras

Fikri Yasin menjelaskan bahwa area hunian mewah tersebut berada di kawasan belakang lapas, terpisah dari blok hunian narapidana pada umumnya. Bangunan tersebut didesain menyerupai apartemen berukuran sekitar tipe 36 dengan kelengkapan alat rumah tangga yang sangat memadai.

Beberapa fasilitas yang ditemukan Ombudsman di dalam area tersebut meliputi:

Tak hanya perabot rumah tangga, tim Ombudsman juga mendapati adanya minuman beralkohol di dalam salah satu kulkas serta beberapa botol miras di tempat pembuangan sampah area lapas.

Mengenai temuan miras tersebut, Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi.

“Minuman keras itu bisa petugas, dugaan ya, bisa petugas atau bisa napi,” kata Syafrida.

Sempat Diwarnai Kericuhan dan Aksi Harta Alang-alangi

Sidak yang digelar Ombudsman tidak berjalan mulus. Tim pengawas sempat dihalangi oleh petugas keamanan lapas hingga memicu aksi saling dorong dan menyebabkan kaki salah satu petugas Ombudsman terjepit.

Kejadian penolakan ini merupakan kali kedua yang dialami Ombudsman di Lapas Cibinong sepanjang tahun 2026, setelah sidak pertama pada bulan Juli lalu juga berujung pada halangan yang sama.

“Tentu kami semakin bertanya, ada apa kok kami dihalang-halangi. Setelah ketemu di sana, ternyata banyak sekali rumah yang diduga narapidana ada di dalam sana,” tegas Fikri Yasin.

Di lokasi tersebut, Ombudsman menemukan sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga warga binaan berada secara terpisah di area khusus tersebut. Meski petugas lapas mengklaim bangunan itu adalah tempat istirahat pegawai, Ombudsman meragukan pernyataan tersebut lantaran fasilitas yang ada dianggap sangat tidak biasa untuk hunian petugas.

Desak Evaluasi Total Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Atas temuan ini, Ombudsman RI mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Cibinong. Langkah ini dinilai penting demi memastikan tidak ada lagi perlakuan khusus maupun penyediaan fasilitas diskriminatif yang menyalahi aturan pemasyarakatan.

Hingga informasi ini diturunkan, Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putanto, belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi serta temuan Ombudsman di area lembaga pemasyarakatan yang dipimpinnya. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli