PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kamis (24/9/2026). Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat suasana kota tampak kelabu meski waktu sudah memasuki siang hari.
Pantauan Kalteng.co sekitar pukul 11.20 WIB, kondisi paling terasa di sepanjang Jalan Tjilik Riwut. Tebalnya asap membuat jarak pandang terbatas dan cahaya matahari tampak redup, sehingga suasana siang hari terasa seperti menjelang sore.
Kondisi tersebut juga membuat pandangan pengendara ke arah depan tidak sejernih biasanya. Kabut asap terlihat menggantung di sejumlah ruas jalan, sementara aktivitas masyarakat tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang buruk.
Data IQAir yang dipantau pada Kamis pagi juga menunjukkan kualitas udara Palangka Raya berada dalam kategori “Berbahaya”. Pada pukul 07.00 WIB, IQAir mencatat AQI US mencapai 1.014 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 583,2 µg/m³.
Kondisi di sejumlah titik bahkan tercatat lebih tinggi. Data IQAir menunjukkan stasiun pemantauan di Jalan Tjilik Riwut sempat mencatat angka AQI US di atas 1.000 pada Kamis pagi.
Kabut asap pekat ini menjadi gambaran kembali buruknya kualitas udara Palangka Raya di tengah karhutla yang masih terjadi. Masyarakat, khususnya pengendara yang beraktivitas di luar ruangan, perlu meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat berubah seiring kondisi asap. (oiq)