KALTENG.CO-Meskipun cuaca kering mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat disertai petir pada Rabu (23/9).
Penyebab Cuaca Ekstrem: Ada Sirkulasi Siklonik
Prakirawan BMKG Adelia Febby menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kemunculan sirkulasi siklonik atau pusaran angin di dua titik strategis:
-
Samudera Pasifik utara Papua
-
Pesisir selatan Vietnam
“Kondisi itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” ujar Adelia dalam siaran pers dari Jakarta.
Dampak dari sirkulasi siklonik ini memicu area pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang membentang dari Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.
Prakiraan Cuaca Wilayah: Dari Medan hingga Jayawijaya
BMKG memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan secara lokal:
1. Wilayah Indonesia Bagian Barat
-
Hujan petir: Pontianak dan Tanjung Selor
-
Hujan sedang: Medan
-
Hujan ringan: Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, dan Bandung
2. Wilayah Indonesia Bagian Timur
-
Hujan sedang: Nabire
-
Hujan ringan: Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya
Waspada Udara Kabur dan Gangguan Penerbangan
Selain curah hujan, BMKG memprakirakan fenomena udara kabur yang melanda beberapa titik, seperti:
-
Sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan
-
Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur
-
Sorong dan Manokwari
Peringatan Penting untuk Transportasi Udara
Para pengguna jasa transportasi udara diminta untuk terus memperbarui informasi dari pihak maskapai dan bandara. Potensi pertumbuhan awan hujan tebal (Cumulonimbus) terdeteksi di sejumlah titik lintasan penerbangan:
-
Areal Sumatera dan Kalimantan
-
Sulawesi dan Selat Makassar bagian utara
-
Laut Natuna Utara, Papua, dan Samudera Pasifik utara Papua
Peringatan Dini Sektor Maritim: Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter
Kecepatan angin di perairan Indonesia secara umum berkisar antara 5 hingga 25 knot. Hal ini berdampak langsung pada dinamika tinggi gelombang laut.
Masyarakat yang beraktivitas di pesisir maupun pelaku transportasi laut diimbau untuk selalu memantau pembaruan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan. (*/tur)