← Kembali ke https://kalteng.co/

PJJ Diperpanjang, Sekolah di Palangka Raya Kembali Belajar dari Rumah hingga 26 September

https://kalteng.co/ • 23 September 2026 19:16
PJJ Diperpanjang, Sekolah di Palangka Raya Kembali Belajar dari Rumah hingga 26 September

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Palangka Raya. Kondisi kualitas udara yang belum membaik membuat Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, hingga SMP mulai 24 sampai 26 September 2026. Keputusan diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan udara tidak sehat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan, perpanjangan PJJ dilakukan setelah pihaknya mencermati hasil pemantauan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir.

“Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya yang tertuang dalam Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tanggal 9 September 2026. Kami memandang perlu memperpanjang masa PJJ demi keselamatan anak-anak,” ujar Jayani, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 21, 22, dan 23 September 2026 masih menunjukkan kondisi yang menjadi perhatian. Karena itu, pembelajaran dari rumah dinilai sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi paparan udara yang berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan tersebut tidak berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan. Peserta didik tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi prioritas utama kami. Kami tidak ingin anak-anak terpapar udara yang belum aman, namun pendidikan tidak boleh terhenti,” tegas Jayani.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara selama masa PJJ. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.

Jika kondisi kualitas udara dinilai sudah membaik dan aman bagi peserta didik, pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan. Keputusan tersebut nantinya menyesuaikan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan. “Sementara itu, orang tua dan peserta didik diminta tetap bersabar dan menjaga kesehatan selama masa PJJ berlangsung,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli