PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Mulai Rabu (23/9/2026), sejumlah penerbangan untuk sementara tidak dioperasikan setelah jarak pandang di kawasan landasan pacu turun hingga sekitar 300 meter. General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan keselamatan penerbangan, terutama pada saat pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan.
Menurut Darmawan, kondisi jarak pandang pada Rabu pagi berada pada kisaran 300 hingga 500 meter. Situasi itu membuat aktivitas di terminal bandara tampak jauh lebih sepi dibandingkan kondisi normal. “Seperti kita lihat kondisi di Bandara Tjilik Riwut pagi ini hampir tidak ada pergerakan penumpang. Dampak kabut asap membuat jarak pandang di landasan pacu sangat minimal, yakni berkisar 300 hingga 500 meter,” kata Darmawan saat ditemui di Bandara Tjilik Riwut, Rabu pagi.
Ia menjelaskan, gangguan terhadap jadwal penerbangan sebenarnya telah berlangsung sejak 17 September 2026. Sejumlah penerbangan pada periode tersebut mengalami keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan karena kondisi jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan. Memasuki Rabu, maskapai memutuskan untuk tidak mengoperasikan penerbangan dari maupun menuju Palangka Raya untuk sementara waktu.
“Mulai dari hari ini, teman-teman maskapai sudah menyatakan untuk no off. Mudah-mudahan kondisi kabut asap ini segera berlalu, karena pertimbangannya adalah aspek keselamatan masyarakat pada saat kegiatan take off dan landing pesawat udara,” ujarnya. Darmawan menambahkan, keputusan penghentian penerbangan mengikuti pemberitahuan masing-masing maskapai. Kondisi tersebut akan terus dievaluasi dengan melihat perkembangan cuaca dan informasi dari BMKG.
Untuk sementara, Lion Group menyampaikan penghentian penerbangan hingga Kamis (24/9/2026). Sedangkan Garuda Indonesia dan Citilink menyampaikan penutupan penerbangan hingga Sabtu (26/9/2026). “Mudah-mudahan ini bisa dilakukan lebih awal sebelum tanggal yang sudah disampaikan kepada pihak kami,” harapnya.
Di tengah gangguan operasional tersebut, pihak bandara juga berupaya memastikan penumpang tetap memperoleh informasi mengenai perkembangan penerbangan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian yang muncul akibat penundaan maupun pembatalan jadwal. Darmawan mengatakan pihaknya secara berkala menyampaikan informasi terbaru kepada penumpang yang berada di terminal. Menurutnya, langkah tersebut turut membantu meredam keresahan yang sempat muncul dalam beberapa hari terakhir.
“Alhamdulillah, keributan itu bisa kami atasi karena kami telah siapkan informasi terkini dan selalu menyampaikannya kepada penumpang. Kami selaku pengelola Bandara Tjilik Riwut selalu hadir di tengah penumpang yang mengalami keresahan,” jelasnya. Pengelola bandara juga menjalankan program Service Recovery Activation untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada penumpang yang terdampak pembatalan, penundaan maupun perubahan jadwal penerbangan.
Gangguan penerbangan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir turut memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi di sekitar kawasan bandara. Pelaku usaha mikro dan UMKM menjadi salah satu pihak yang ikut merasakan berkurangnya aktivitas akibat menurunnya mobilitas penumpang.
“Dengan adanya pembatalan penerbangan dari dan ke Bandara Tjilik Riwut sejak beberapa pekan terakhir tentunya sangat berdampak pada finansial, terutama para pelaku ekonomi mikro dan UMKM di sekitar kawasan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya,” tuturnya.
Bagi penumpang yang tetap harus melakukan perjalanan melalui jalur udara, tersedia alternatif keberangkatan melalui Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Bandara Tjilik Riwut bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan bus gratis untuk mengantar penumpang menuju Banjarmasin.
“Pagi tadi ada sekitar 18 penumpang yang diberangkatkan menggunakan satu bus besar menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin,” ungkap Darmawan. Selain transportasi, pemerintah daerah juga memberikan dukungan berupa makanan bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.
Darmawan mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kondisi kabut asap segera membaik. Dengan membaiknya jarak pandang dan kondisi cuaca, aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut diharapkan dapat kembali berlangsung normal. “Kami sangat berharap kabut asap ini segera berlalu, sehingga kondisi penerbangan dari dan ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya bisa berjalan normal kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (pra)