PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Upaya menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Salah satunya dengan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pembasahan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla sekaligus monitoring OMC Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 yang diikuti Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc. Rakor dan video conference tersebut berlangsung di Kantor BMKG Bandara Tjilik Riwut, Jalan Adonis Samad, Palangka Raya, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf. Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., Kapendam XXII/Tambun Bungai Letkol Arh. Dodo Sahata Simanullang, S.I.P., serta sejumlah pejabat dan unsur terkait lainnya.
Dalam pembahasan, Menteri Kehutanan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan OMC yang telah berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik panas di wilayah Kalteng.
Meski demikian, peluang terbentuknya awan hujan diminta dapat dimanfaatkan secara optimal. Langkah tersebut terutama diarahkan untuk membantu membasahi kawasan gambut yang rawan terbakar, wilayah konservasi, hingga permukiman yang belum mendapatkan pembasahan secara maksimal.
OMC juga tidak semata-mata ditempatkan sebagai dukungan terhadap proses pemadaman. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kondisi lingkungan sekaligus menjadi bagian dari langkah awal pemulihan kawasan yang terdampak risiko Karhutla.
Di sisi lain, penanganan Karhutla tetap membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya perlu menjaga koordinasi agar langkah pencegahan maupun penanganan di lapangan dapat berjalan searah.
Sinkronisasi informasi cuaca, pemetaan lokasi prioritas, kesiapan logistik serta penguatan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian yang perlu terus diperhatikan dalam menghadapi potensi Karhutla.
Pelaksanaan OMC juga dikoordinasikan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan serta kelancaran aktivitas operasional di Bandara Tjilik Riwut. Melalui koordinasi tersebut, penanganan Karhutla di Kalteng diharapkan tidak hanya berfokus pada respons ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan secara berkelanjutan. (pra)