KALTENG.CO-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara mendadak. Meski secara umum cuaca kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, beberapa daerah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Prakirawan BMKG, Adelia Febby, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh fenomena sirkulasi siklonik.
“Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sejumlah titik,” ungkap Adelia dalam siaran resminya yang dipantau dari Jakarta.
Kemunculan Sirkulasi Siklonik dan Dampaknya
BMKG mendeteksi adanya pusaran angin atau sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua dan pesisir selatan Vietnam. Dampak dari kondisi ini memicu pola konvergensi—pertemuan dan perlambatan kecepatan angin—yang memanjang dari Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.
Pola tersebut menjadi pendorong utama meningkatnya pembentukan awan hujan di sekitar wilayah terlintas.
Sebaran Wilayah Berpotensi Hujan
BMKG memetakan wilayah di Indonesia barat dan timur yang berpeluang mengalami hujan dengan intensitas bervariasi:
Indonesia Bagian Barat
-
Hujan Petir: Pontianak dan Tanjung Selor
-
Hujan Sedang: Medan
-
Hujan Ringan: Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, dan Bandung
Indonesia Bagian Timur
-
Hujan Sedang: Nabire
-
Hujan Ringan: Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya
Meskipun tren cuaca dominan kering, ancaman hujan lebat yang bersifat lokal dan mendadak tetap perlu diwaspadai oleh warga di wilayah-wilayah tersebut.
Potensi Udara Kabur dan Peringatan Penerbangan
Selain guyuran hujan, fenomena udara kabur diprakirakan menyelimuti sebagian Sumatera bagian tengah hingga selatan, Kalimantan bagian selatan, tengah, dan timur, serta Sorong dan Manokwari.
BMKG memberikan imbauan khusus bagi pengguna moda transportasi udara terkait potensi kemunculan awan Cumulonimbus (Cb) yang membahayakan penerbangan. Area yang perlu diwaspadai mencakup:
-
Sumatera
-
Laut Natuna Utara
-
Kalimantan
-
Sulawesi
-
Selat Makassar bagian utara
-
Papua dan Samudera Pasifik utara Papua
Calon penumpang pesawat diharapkan rutin memeriksa jadwal dan update cuaca resmi dari pihak bandara maupun maskapai penerbangan.
Kondisi Maritim: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Untuk aktivitas pelayaran dan nelayan, kecepatan angin di wilayah Indonesia umumnya berada di kisaran 5 hingga 25 knot. Kondisi gelombang laut terbagi dalam beberapa tingkatan:
| Ketinggian Gelombang | Wilayah Perairan yang Terdampak |
| 1,25 – 2,5 meter (Sedang) | Perairan Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. |
| 2,5 – 4,0 meter (Tinggi) | Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, serta Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur. |
Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta terus menyesuaikan rencana aktivitas dengan dinamika cuaca maritim setempat.
Update perkembangan informasi cuaca dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi mobile InfoBMKG atau kanal media sosial resmi BMKG.(*/tur)