← Kembali ke https://kalteng.co/

?Konser Amal Karhutla Disorot, Muchlis Safari: Jangan Jadikan Panggung Ajang Merendahkan Orang

https://kalteng.co/ • 22 September 2026 12:27
?Konser Amal Karhutla Disorot, Muchlis Safari: Jangan Jadikan Panggung Ajang Merendahkan Orang

??PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Konser amal untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru menuai sorotan. Aksi seorang pria yang menampilkan pakaian dalam wanita di tengah pertunjukan dinilai telah melewati batas kepatutan sebuah panggung hiburan.
?
?Musisi senior Palangka Raya, Muchlis Safari, mengecam aksi tersebut. Menurutnya, kegiatan amal yang membawa misi kemanusiaan semestinya dijaga dengan sikap saling menghormati, bukan diwarnai aksi yang berpotensi membuat pengisi acara merasa tidak nyaman atau direndahkan.
?
?“Menurut saya tindakan seperti itu sangat tidak pantas dan saya mengutuk keras. Apalagi ini kegiatan amal untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla. Panggung seharusnya menjadi tempat untuk berkarya, menghibur dan menyampaikan pesan positif, bukan tempat untuk melakukan tindakan yang merendahkan atau mempermalukan orang lain,” tegas Muchlis, Selasa (22/9/2026).
?
?Ia menilai, persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai bagian dari spontanitas atau hiburan semata. Dalam sebuah pertunjukan, setiap aksi yang melibatkan orang lain perlu mempertimbangkan etika, situasi dan kenyamanan pihak yang berada di atas panggung. ?Sorotan Muchlis terutama tertuju pada momen ketika aksi tersebut berlangsung saat vokalis R.A.S.Y.A Band tengah tampil. Ia menilai dalih gimmick tidak dapat dijadikan alasan apabila aksi yang dilakukan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan.
?
?“Kalau memang itu dianggap gimmick, tetap harus melihat situasi dan kondisi. Gimmick dalam pertunjukan seharusnya sudah dikomunikasikan dan disepakati bersama. Jangan sampai sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang justru membuat orang lain merasa dilecehkan atau direndahkan,” ujarnya.
?
?Muchlis menegaskan bahwa profesionalisme dalam dunia pertunjukan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan bermusik, tetapi juga bagaimana setiap pihak menghormati batas dan ruang orang lain. ?Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pengisi acara perempuan. Menurutnya, mereka memiliki hak untuk menjalankan profesinya dalam suasana yang aman dan nyaman tanpa harus menjadi sasaran aksi spontan yang tidak disepakati.
?
?“Kita sebagai sesama musisi harus punya rasa saling menghargai. Apalagi perempuan yang tampil di atas panggung juga punya hak untuk merasa aman dan dihormati. Jangan karena ingin membuat suasana ramai, kemudian mengabaikan perasaan orang lain,” katanya.
?
?Lebih lanjut, Muchlis meminta kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi komunitas musik dan penyelenggara acara di Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah. ?Menurutnya, koordinasi antara penyelenggara dan pengisi acara perlu diperkuat, termasuk menyangkut batas-batas interaksi serta gimmick yang akan ditampilkan selama pertunjukan.
?
?Ia mengingatkan, konser amal memiliki tujuan sosial yang tidak boleh kehilangan substansinya akibat aksi panggung yang justru menimbulkan kontroversi. ?“Jangan sampai niat baik dari sebuah kegiatan amal justru ternoda oleh tindakan yang tidak menghargai orang lain. Mari kita sama-sama menjaga etika, menghormati sesama musisi dan menjadikan panggung sebagai ruang berkarya yang positif,” pungkas Muchlis. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli