PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Unggahan seorang vokalis band lokal asal Palangka Raya di media sosial menjadi sorotan setelah dugaan perlakuan tidak pantas yang dialaminya saat tampil dalam acara amal untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun media sosial @tsyaxlee_. Dalam unggahannya, vokalis itu mengaku merasa direndahkan sebagai perempuan di hadapan banyak orang ketika sedang menjalankan penampilannya bersama band RASYA.
Ia menjelaskan, kehadiran RASYA dalam kegiatan tersebut bukan sekadar tampil sebagai pengisi acara. Menurutnya, band yang baru dibentuk sekitar dua bulan itu sengaja ikut ambil bagian sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan amal untuk penanganan karhutla.
“Bukan tentang baperan atau bagaimana, di sini band RASYA ingin ikut berpartisipasi dalam acara AMAL UNTUK KARHULTA,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Menurut pengakuannya, persoalan bermula ketika dirinya baru mulai menyanyikan lagu dalam penampilan.
Saat itu, seseorang disebut memberikan sebuah CD wanita di hadapannya. Perlakuan tersebut kemudian membuat dirinya merasa tidak nyaman dan tersinggung.
Dalam unggahannya, ia mengaku sempat terpancing secara emosional. Namun, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan sehingga ia memilih tidak melakukan tindakan terhadap orang yang disebutnya memberikan CD tersebut.
Ia juga menegaskan, dirinya tidak bermaksud menyalahkan acara maupun band yang terlibat. Kekecewaan yang disampaikan lebih diarahkan pada perlakuan yang menurutnya merendahkan perempuan dan dilakukan di hadapan banyak orang.
“Di sini kami sangat kesal dengan perlakuan orang tersebut terhadap saya seperti merendahkan perempuan, dan melecehkan saya di hadapan banyak orang,” tulisnya.
Vokalis tersebut juga mengaku tidak mengenal orang yang dimaksud. Karena itu, ia menyebut tidak memahami alasan perlakuan tersebut dilakukan, terlebih ketika dirinya sedang menjalankan penampilan di sebuah kegiatan amal.
Hingga unggahan tersebut disampaikan, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah keluhan pribadi sang vokalis tersebar melalui media sosial. (oiq)