?BUNTOK, Kalteng.co – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditunjukkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran. Dari Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Gubernur memastikan bantuan kebutuhan dasar hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.
?
?Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk pangan, mulai dari beras, minyak goreng hingga gula. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng turut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis serta menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat.
?
?Penyaluran bantuan sekaligus layanan tersebut berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman, Buntok, Senin (21/9/2026). Kehadiran Gubernur Agustiar Sabran disambut masyarakat yang datang untuk menerima bantuan sekaligus mengikuti layanan yang disediakan pemerintah.
?
?Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa langkah pemerintah tidak sebatas memberikan bantuan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ?“Berbagi dalam kebersamaan,” kata Agustiar Sabran di hadapan masyarakat.
?
?Ia juga mengajak masyarakat Barito Selatan untuk terus membangun daerah dan menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan dalam mewujudkan kesejahteraan di Bumi Tambun Bungai.
?
?Selain bantuan pangan, Pemprov Kalteng juga menyalurkan layanan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat program pemerintah kepada masyarakat.
?
?Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengatakan, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memastikan bantuan dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
?
?“Hadir memberi bantuan bentuk nyata kehadiran Pemprov Kalteng di masyarakat,” ujarnya. ?Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan akibat dampak kekeringan dan karhutla. (pra)