← Kembali ke https://kalteng.co/

Gubernur Agustiar Sabran Pantau Langsung Karhutla di Barsel, Hampir 700 Hektare Lahan Terbakar

https://kalteng.co/ • 22 September 2026 04:22
Gubernur Agustiar Sabran Pantau Langsung Karhutla di Barsel, Hampir 700 Hektare Lahan Terbakar

BUNTOK, Kalteng.co – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran turun langsung ke Kabupaten Barito Selatan (Barsel) untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan maksimal.

Minggu (20/9/2026), Gubernur meninjau sejumlah kawasan yang sebelumnya terdeteksi memiliki titik panas bersama tim gabungan.

Kehadiran Agustiar di lokasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap titik karhutla mendapat penanganan cepat, terutama di tengah luasan lahan yang terbakar di Barsel yang hingga pertengahan September 2026 telah mendekati 700 hektare.

Dalam peninjauan tersebut, Agustiar melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak kebakaran sekaligus proses pemadaman yang dilakukan personel gabungan. Ia juga memastikan upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Penanganan karhutla di wilayah tersebut sebelumnya bermula dari pemantauan titik panas melalui aplikasi Sipongi. Sejumlah hotspot terpantau memiliki koordinat yang berdekatan di wilayah Kecamatan Dusun Selatan.

Tim kemudian bergerak melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan keberadaan api. Setelah titik yang terindikasi terbakar ditemukan, personel langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Operasi penanganan berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Beberapa kawasan yang menjadi sasaran penanganan meliputi Jalan Raya Buntok-Palangka Raya di sekitar Tugu Perbatasan Kapuas, Pondok Cinta Desa Madara, serta kawasan Masimpun Letter S di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Barsel, Polsek Dusun Selatan, Kodim 1012 Buntok, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Manggala Agni hingga Dinas Perhubungan.

?Sejumlah peralatan turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman, termasuk water cannon milik Polres Barsel serta perlengkapan pemadaman dari BPBD dan instansi terkait.

Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto menjelaskan, operasi tersebut merupakan tindak lanjut kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang masih berpotensi menimbulkan api baru.

?Tahap pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla karena bara yang tertinggal dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

Dari hasil pengecekan dan penanganan di sejumlah lokasi, seluruh hotspot yang telah dilakukan ground check berhasil ditangani. Api telah padam dan kondisi kawasan yang sebelumnya terdampak karhutla dilaporkan aman serta kondusif.

Peninjauan langsung yang dilakukan Gubernur Agustiar Sabran sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah provinsi terhadap penanganan karhutla di daerah, khususnya wilayah yang memiliki titik panas dan potensi kebakaran yang cukup tinggi. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli