← Kembali ke https://kalteng.co/

Hotspot Melonjak, Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya: Puluhan Ribu Personel Dikerahkan!

https://kalteng.co/ • 21 September 2026 15:34
Hotspot Melonjak, Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya: Puluhan Ribu Personel Dikerahkan!

KALTENG.CO-Pemerintah mengerahkan 64 armada udara serta 54.394 personel gabungan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan hingga Minggu (20/9/2026).

Langkah masif ini diambil menyusul lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot nasional melonjak menjadi 1.532 titik dari hari sebelumnya yang berada di angka 1.323 titik. Kalimantan Tengah tercatat masih mendominasi dengan 968 titik panas high confidence, meski sedikit turun dari posisi sebelumnya sebanyak 1.035 titik.

Sementara itu, lonjakan drastis terjadi di Sumatera Selatan, dari 112 titik melesat menjadi 285 titik. Wilayah lain yang turut mencatatkan titik panas antara lain:

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan penanda anomali suhu permukaan bumi dan tidak bisa langsung disimpulkan sebagai luas area yang terbakar. Karena satu area kebakaran bisa terdeteksi menjadi beberapa titik panas, proses verifikasi darat (groundcheck) tetap krusial untuk memastikan kondisi riil.

Skala Operasi Udara dan Darat Ditingkatkan

Untuk meredam sebaran api, penanganan terpadu digencarkan baik dari udara maupun darat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pengerahan armada dalam skala besar untuk menembus titik-titik rawan.

“Sejak Agustus pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat dan helikopter serta 54.394 personel gabungan untuk menangani karhutla di berbagai wilayah terdampak,” ujar Teddy, Senin (21/9/2026).

Armada udara yang dikerahkan mencakup helikopter water bombing, helikopter patroli, hingga pesawat penyemai awan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaan pemadaman udara disesuaikan dengan tutupan awan, jarak pandang, dan keselamatan penerbangan.

Di jalur darat, tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemda, relawan, dan sektor swasta. Tim gabungan berfokus pada pemadaman langsung, pembuatan sekat bakar, hingga pembasahan lahan gambut.

Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan dan Ancaman Kekeringan Ekstrem

Dampak karhutla mulai melumpuhkan fasilitas publik. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sempat menyusut hingga tinggal 600 meter pada Minggu (20/9). Kondisi ini menyebabkan 14 jadwal penerbangan—tujuh kedatangan dan tujuh keberangkatan—mengalami keterlambatan serta gangguan logistik.

Di Sumatera Selatan, BMKG memperingatkan potensi risiko tinggi akibat curah hujan yang sangat rendah pada dasarian III September. Sejumlah daerah bahkan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem lebih dari 60 hari, sehingga vegetasi di lahan gambut menjadi sangat rawan terbakar.

Untuk mengantisipasi hal ini, petugas mengintensifkan pengairan dan injeksi air guna menjaga kelembapan gambut.

Imbauan Kesehatan dan Saluran Pengaduan

Kualitas udara (PM2,5) di sejumlah titik Kalimantan dan Sumatera kini berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kementerian Kehutanan mengimbau warga untuk:

Masyarakat dan pihak swasta dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, kepulan asap, atau aktivitas pembakaran liar, warga diminta segera melapor melalui saluran resmi:

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli