KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pencarian korban kapal KM Virgo Transport 8 terus membuahkan hasil. Dua jenazah yang diduga merupakan penumpang kapal tersebut ditemukan terpisah di wilayah Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Penemuan pertama terjadi pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 15.54 WIB. Seorang laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pantai Sungai Rambai, Desa Sungai Perlu.
Di sekitar lokasi penemuan jenazah tersebut, tim juga menemukan sebuah skoci atau liferaft dalam kondisi terbalik. Jenazah dan liferaft kemudian dievakuasi oleh tim SAR yang melakukan pencarian di kawasan pesisir.
Kepala Desa Sungai Perlu, Siti Halisah mengatakan, penemuan jenazah pertama langsung dilaporkan dan dilakukan proses evakuasi oleh tim gabungan.
“Jenazah pertama ditemukan pada Minggu sore di Pantai Sungai Rambai. Di dekatnya juga ditemukan liferaft dalam kondisi terbalik,” ujar Siti saat dikonfirmasi Kalteng.co melalui whatsapp.
Pencarian kembali berlanjut pada Senin (21/9/2026) pagi. Sekitar pukul 07.19 WIB, Babinsa Desa Sungai Perlu kembali menemukan satu jenazah di Sungai Gantingan yang masih berada di wilayah Desa Sungai Perlu.
“Pagi tadi sekitar pukul 07.19 WIB kembali ditemukan satu jenazah di Sungai Gantingan. Penemuan itu langsung dilaporkan untuk kemudian dilakukan evakuasi,” katanya.
Menurut Siti, proses evakuasi jenazah kedua dilakukan bersamaan dengan tim SAR yang sebelumnya tengah menuju lokasi untuk menangani penemuan jenazah pertama. Petugas kemudian bergerak melakukan evakuasi terhadap jenazah yang ditemukan di Sungai Gantingan.
“Tim SAR langsung melakukan evakuasi. Saat itu mereka juga sedang dalam perjalanan untuk proses evakuasi penemuan jenazah yang pertama,” ungkapnya.
Selain dua jenazah tersebut, sebelumnya petugas juga menemukan lima liferaft tanpa awak di kawasan Pantai Gantingan, Desa Sungai Perlu. Temuan tersebut semakin memperkuat rangkaian pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang dilakukan di wilayah pesisir Seruyan.
“Lima liferaft sebelumnya juga sudah ditemukan di kawasan Pantai Gantingan. Semuanya ditemukan tanpa ada penumpang di dalamnya,” jelasmya.
Hingga Senin pagi, informasi dalam rangkaian pencarian menyebut telah ditemukan tiga jenazah dan satu liferaft dalam kondisi terbalik.
Sementara proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama unsur terkait di sekitar perairan dan pesisir Desa Sungai Perlu. (oiq)