?PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Harga sejumlah komoditas hortikultura di Pasar Besar Palangka Raya mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami lonjakan hingga mencapai Rp150.000 per kilogram. ?Data pemantauan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya menunjukkan, harga cabai rawit merah naik Rp10.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp140.000 per kilogram.
?
?Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, menyebut kenaikan tersebut berkaitan dengan terbatasnya pasokan dari sejumlah daerah pemasok. ?Menurut informasi yang dihimpun petugas dari pedagang di pasar, pasokan cabai dari Pulau Jawa saat ini tidak sebanyak biasanya. Kondisi serupa juga terjadi pada pasokan dari Kalimantan Selatan yang jumlahnya masih terbatas.
?
?“Berdasarkan informasi yang digali petugas dari para pedagang cabai di pasar, kenaikan harga cabai dikarenakan suplai dari produsen di Jawa terbatas. Selain itu, suplai dari daerah Kalsel juga terbatas, kalaupun ada jumlahnya sedikit. Diduga imbas karhutla dan BBM,” kata Fajar, Senin (21/9/2026).
?
?Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada cabai. Sejumlah komoditas sayuran juga mengalami kenaikan harga dalam periode yang sama. ?Harga ketela pohon misalnya, naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Kangkung juga bergerak dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
?
?Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ketimun dan kacang panjang. Harga ketimun meningkat dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan kacang panjang melonjak dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. ?“Kenaikan lebih tinggi terjadi pada ketimun dan kacang panjang. Harga ketimun sedang melonjak dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, sementara kacang panjang naik dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram,” ujarnya.
?
?Jika dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya, kenaikan kacang panjang mencapai sekitar 67 persen. Sementara ketimun mengalami peningkatan sekitar 50 persen. ?Perubahan harga juga terjadi pada kacang tanah yang naik dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Sedangkan jeruk lokal bergerak dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.
?
?Di tengah kenaikan sejumlah komoditas hortikultura, harga beberapa kebutuhan pokok utama masih relatif stabil. Beras medium bertahan di kisaran Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp18.000, gula pasir Rp19.000, telur ayam ras Rp28.500, daging ayam ras Rp35.000, dan minyak goreng Rp16.000 per liter.
?
?“Harga bawang merah dan bawang putih juga masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Bawang bombay Rp28.000, daging ayam kampung Rp85.000, sedangkan daging sapi murni mencapai Rp150.000 per kilogram,” jelas Fajar. ?DPKUKMP Kota Palangka Raya, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di pasar. Pemantauan tidak hanya menyasar perubahan harga, tetapi juga kondisi pasokan dan kelancaran distribusi dari daerah pemasok.
?
?Kondisi karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di Palangka Raya maupun sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan, terutama terkait kelancaran distribusi bahan pangan. ?Pergerakan harga komoditas hortikultura tersebut selanjutnya akan terus dipantau. Ketersediaan pasokan dari daerah pemasok menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi harga cabai dan sejumlah jenis sayuran di pasaran. (pra)
?