← Kembali ke https://kalteng.co/

Bakal Dilantik 5 Oktober, Ini Perjalanan Prof. Bhayu Rhama Menuju Kursi Rektor UPR

https://kalteng.co/ • 01 October 2026 17:26
Bakal Dilantik 5 Oktober, Ini Perjalanan Prof. Bhayu Rhama Menuju Kursi Rektor UPR

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Perjalanan Prof. Bhayu Rhama menuju kursi Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 tidak berlangsung singkat. Sebelum dipercaya memimpin universitas terbesar di Kalimantan Tengah itu, Bhayu melewati perjalanan panjang di dunia profesional, akademik, organisasi, hingga kepemimpinan di lingkungan kampus.

Bhayu lahir di Jombang, Jawa Timur, 5 Januari 1979. Masa kecilnya kemudian dijalani di Palangka Raya sebelum melanjutkan pendidikan SMA di Surakarta. Ia menempuh pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan menyelesaikannya pada 2001.

Ketertarikannya terhadap bidang pariwisata kemudian membawanya melanjutkan pendidikan ke Inggris. Bhayu meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang manajemen pariwisata dari University of Wolverhampton pada 2004. Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Central Lancashire dan diselesaikan pada 2017 dengan fokus pada kebijakan pariwisata.

Sebelum sepenuhnya berkarier di dunia akademik, Bhayu juga memiliki pengalaman profesional. Ia pernah bekerja sebagai project manager di perusahaan properti di Malang. Selain itu, ia tercatat pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta pada 2005–2009.

Pada 2010, Bhayu kembali ke Palangka Raya dan bergabung sebagai dosen tetap UPR. Karier akademiknya berkembang di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, khususnya pada bidang yang berkaitan dengan administrasi negara dan kebijakan pariwisata. Di luar kampus, ia juga aktif dalam sektor pariwisata dan organisasi profesi, termasuk sebagai Ketua ASITA Kalimantan Tengah periode 2018–2023.

Pengalaman akademik dan organisasi tersebut kemudian mengantarkannya ke posisi pimpinan fakultas. Pada 15 November 2023, Bhayu dilantik sebagai Dekan FISIP UPR periode 2023–2027. Di posisi tersebut, ia membawa sejumlah agenda pengembangan fakultas, mulai dari konsolidasi internal, peningkatan akreditasi hingga penguatan prestasi dan kualitas akademik.

Karier akademik Bhayu kembali mencatat tonggak penting pada 6 Februari 2025. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar UPR bidang Ilmu Pariwisata. Gelar profesor tersebut melengkapi perjalanan pendidikannya sekaligus memperkuat rekam jejaknya di bidang akademik dan pariwisata.

Memasuki 2026, Bhayu kemudian mengambil langkah menuju posisi tertinggi di UPR. Ia mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UPR periode 2026–2030 pada 25 Mei 2026. Setelah melewati tahapan penjaringan dan pemilihan, namanya masuk dalam tiga kandidat yang mengikuti pemilihan rektor tahap kedua.

Puncaknya terjadi pada 1 Oktober 2026. Dalam pemilihan yang melibatkan Senat UPR bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Bhayu memperoleh 37 suara dari total 63 suara. Dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina memperoleh 14 suara dan Dr. Leswara Neneng meraih 12 suara.

Hasil tersebut mengantarkan Prof. Bhayu Rhama sebagai Rektor UPR periode 2026–2030. Ia dijadwalkan dilantik di Jakarta pada 5 Oktober 2026. Dari perjalanan sebagai praktisi, akademisi, pengurus organisasi, Dekan FISIP hingga Guru Besar, Bhayu kini memasuki babak baru dengan tanggung jawab memimpin UPR untuk empat tahun ke depan. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli