← Kembali ke https://kalteng.co/

Menang Mutlak 37 Suara! Prof. Bhayu Rhama Resmi Terpilih Jadi Rektor UPR 2026–2030

https://kalteng.co/ • 01 October 2026 16:43
Menang Mutlak 37 Suara! Prof. Bhayu Rhama Resmi Terpilih Jadi Rektor UPR 2026–2030

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Prof. Bhayu terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 melalui pemilihan rektor tahap kedua yang digelar bersama Senat Universitas dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pemilihan tersebut diikuti 41 anggota Senat yang hadir. Dalam proses penghitungan, suara Menteri mendapatkan bobot 35 persen, sedangkan suara Senat 65 persen. Dari 41 anggota Senat yang hadir, bobot suara Menteri kemudian dihitung sebanyak 22 suara.

Ketua Senat UPR Prof. Dr. Petrus Poerwadi mengatakan, proses pemilihan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Perwakilan kementerian juga hadir dalam proses tersebut untuk mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Puji Tuhan, sore ini kita sudah melaksanakan pemilihan rektor tahap kedua bersama antara Senat dengan kementerian. Dari kementerian hadir mewakili Menteri, Bapak Dr. Adi Nurianto, beliau adalah Direktur Bina Talenta di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Petrus.

Dengan komposisi tersebut, total suara yang diperebutkan dalam pemilihan mencapai 63 suara. Jumlah itu merupakan gabungan 41 suara Senat dan 22 suara yang menjadi bobot suara Menteri.

“Karena yang hadir anggota Senat itu 41 orang, maka jumlah suara Menteri dihitung 35 per 65 dikali 41. Hasilnya 22. Sehingga diperoleh suara yang masuk itu 22 ditambah 41, jadi 63 suara,” jelasnya.

Dalam hasil pemungutan suara, Dr. Thea Farina, SH., M.Kn memperoleh 14 suara, Dr. Leswara Neneng, S.Pd., M.Si mendapat 12 suara, sedangkan Prof. Bhayu Rhama. ST M.BA., Ph.D meraih 37 suara. Perolehan tersebut membuat Prof. Bayu ditetapkan sebagai Rektor UPR periode 2026–2030.

“Dengan demikian, Prof. Bayu terpilih sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 dan akan dilantik nanti pada tanggal 5 Oktober di Jakarta. Suasananya tidak ada tegang, semua kondusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Prof. Bhayu Rhama mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan melalui proses pemilihan tersebut. Ia menyebut perolehan 37 suara menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membawa UPR ke arah yang lebih baik.

“Saya terpilih menjadi Rektor UPR periode 2026–2030. Untuk perolehan suara, tadi terpantau saya mendapatkan sebanyak 37 suara. Ditanya mengenai perasaan, kita sudah melaluinya sejak awal, tentu harus tegar. Ini merupakan perjalanan awal untuk membangun UPR lebih baik lagi,” kata Bhayu.

Bhayu menegaskan, seluruh elemen kampus akan dirangkul dalam kepemimpinannya, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya turut dalam kontestasi pemilihan rektor. “UPR adalah rumah bersama. Teman-teman yang belum terpilih kita akan rangkul semua untuk bisa menjadi satu dalam keluarga besar UPR,” pungkasnya. (oiq)

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli