← Kembali ke https://kalteng.co/

Presiden Prabowo Resmi Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

https://kalteng.co/ • 01 October 2026 16:39
Presiden Prabowo Resmi Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

KALTENG.CO-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).

Dalam prosesi pelantikan yang sama, Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat turut diambil sumpah jabatan sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri).

Kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara ini menandai babak baru rotasi strategis pejabat tinggi negara. Sebelum menduduki posisi nomor satu di Polri, Jenderal Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sementara itu, Komjen Wahyu Hadiningrat sebelumnya mengemban amanah sebagai Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri.

Pelantikan ini sekaligus menggantikan posisi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Polisi Dedi Prasetyo. Pascapengabdian mereka di markas besar kepolisian, Presiden Prabowo mempercayakan amanah baru kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memimpin Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Di sisi lain, Komjen Dedi Prasetyo diberi kepercayaan untuk mengomandani Badan Reforma Agraria Nasional.

Doktrin Kepemimpinan: “Polri Bersama Masyarakat”

Sebelum resmi dilantik di Istana Negara, Jenderal Suyudi telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi III DPR RI. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi komitmen utamanya untuk mengusung semangat Polri Bersama Masyarakat.

Jenderal Suyudi menegaskan bahwa gagasan tersebut dirancang bukan sebagai slogan semata, melainkan fondasi arah kebijakan institusi yang sepenuhnya berorientasi pada kepentingan publik.

“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar jargon yang bukan pengganti grand strategy, Renstra, Promoter, Presisi, atau Polmas. Dia adalah doktrin kepemimpinan yang menyatukan seluruh kebijakan kepada satu orientasi: masyarakat,” tegas Jenderal Suyudi saat memaparkan visinya di Kompleks Parlemen, Senayan.

Obati Budaya “Ganti Pemimpin, Ganti Program”

Salah satu pilar pemikiran strategis yang ditawarkan Jenderal Suyudi adalah keberlanjutan sistem. Beliau menekankan agar pergantian pucuk pimpinan Polri tidak lagi dimaknai sebagai proses memulai segala sesuatunya dari nol. Bagi Suyudi, kekuatan institusi harus berdiri lebih kokoh dibandingkan figur individu pimpinannya.

Oleh karena itu, seluruh program dan sistem tata kelola terdahulu yang terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat akan dipertahankan sekaligus diperkuat.

“Saya perkuat dan institusionalisasikan, yang belum optimal akan saya sempurnakan, yang tumpang tindih akan saya sederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum, etika, serta kepentingan masyarakat akan saya koreksi dengan tegas,” lanjutnya.

Sinergi Program Legacy: Mengintegrasikan Spirit Promoter dan Presisi

Guna memastikan efektivitas pelayanan kepolisian di seluruh lini, Jenderal Suyudi bakal mengintegrasikan berbagai keunggulan dari program-program prioritas Kapolri terdahulu:

Melalui kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat, Polri diharapkan makin responsif, transparan, serta makin dekat dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat.

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli