← Kembali ke https://kalteng.co/

Pasokan Pangan Terganggu Karhutla, BPS Catat Inflasi Bulanan Kalteng Naik 0,40 Persen: Sukamara Tertinggi!

https://kalteng.co/ • 01 October 2026 14:57
Pasokan Pangan Terganggu Karhutla, BPS Catat Inflasi Bulanan Kalteng Naik 0,40 Persen: Sukamara Tertinggi!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis indikator perkembangan ekonomi daerah terkini untuk periode September 2026.

Laporan tersebut mencatat adanya kenaikan laju inflasi akibat kendala pasokan pangan dan gangguan distribusi, namun di sisi lain indikator kesejahteraan petani serta neraca perdagangan luar negeri Kalteng tetap menunjukkan kinerja yang solid.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalteng, M. Taufiqurrahman, memaparkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Ruang Vcon BPS Kalteng, Kamis (1/10/2026).

“Pada September 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,40 persen, inflasi tahun kalender sebesar 3,21 persen, dan inflasi tahunan (year on year) mencapai 5,02 persen,” terang Taufiqurrahman.

Cuaca Ekstrem dan Kabut Asap Picu Tekanan Inflasi

Tekanan harga pada September 2026 dipicu oleh sejumlah faktor alam dan logistik. Musim kemarau panjang menurunkan produktivitas komoditas hortikultura, terutama sayur-mayur, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas.

Selain itu, kemunculan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu kelancaran distribusi logistik darat, udara, dan sungai akibat terbatasnya jarak pandang. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 September 2026 serta kendala operasional penerbangan di beberapa bandara turut mendorong kenaikan tarif angkutan udara.

Secara kewilayahan, Kabupaten Sukamara mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,03 persen, sedangkan Kabupaten Kapuas menjadi yang terendah di angka 0,08 persen. Namun untuk skala tahunan (yoy), Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,00 persen, sementara Sampit berada di posisi terendah yaitu 4,21 persen.

Kesejahteraan Petani Meningkat: NTP Tembus Angka 141,05

Di tengah dinamika harga pangan, kabar positif datang dari sektor hulu pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada September 2026 tercatat sebesar 141,05, atau naik 1,09 persen dibandingkan Agustus 2026.

Peningkatan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) naik 1,84 persen menjadi 193,83, melampaui Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) yang hanya naik 0,76 persen di angka 137,42. Kenaikan harga komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, gabah, cabai rawit, semangka, dan kacang panjang menjadi penopang utama peningkatan daya beli petani.

Seluruh subsektor pertanian mencatatkan kenaikan NTP, dengan lonjakan tertinggi pada subsektor hortikultura yang naik 2,63 persen. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga tumbuh 1,18 persen menjadi 144,50.

Neraca Perdagangan Ekspor-Impor Surplus USD 2,354 Miliar

Kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencatatkan rekor yang cukup mengesankan. Total nilai ekspor kumulatif mencapai USD 2,373 miliar, tumbuh 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor pertambangan, khususnya batu bara dan lignit, masih mendominasi porsi ekspor sebesar 68,58 persen (USD 1,627 miliar), disusul sektor industri pengolahan seperti lemak/minyak nabati sebesar 30,68 persen (USD 728,01 juta). Tiga negara tujuan ekspor terbesar Kalteng adalah:

  1. Jepang: USD 598,88 juta (25,24%)

  2. Tiongkok: USD 525,27 juta (22,13%)

  3. India: USD 492,72 juta (20,76%)

Dengan nilai impor yang turun 24,44 persen menjadi USD 18,89 juta, neraca perdagangan luar negeri Kalteng berhasil mengamankan surplus besar sebesar USD 2,354 miliar.

Dinamika Sektor Pariwisata dan Transportasi

Pada sektor pariwisata, pergerakan wisatawan nusantara tujuan Kalteng pada Agustus 2026 mencapai 1.045.880 perjalanan. Meskipun mengalami koreksi tipis secara bulanan, angka ini tumbuh 17,47 persen jika dibandingkan dengan periode Agustus 2025.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang berada di level 45,77 persen, sedangkan hotel nonbintang berada pada posisi 22,92 persen.

Di bidang logistik dan transportasi, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tetap menjadi titik gravitasi utama pergerakan penumpang dan kargo udara. Untuk jalur laut, Pelabuhan Kumai di Kotawaringin Barat mendominasi arus penumpang (82,28%), sementara Pelabuhan Sampit di Kotawaringin Timur memimpin aktivitas bongkar muat barang (60,05%).

Rangkaian data BPS Kalteng memperlihatkan bahwasanya meski dinamika iklim dan tantangan distribusi menekan harga kebutuhan pokok harian, fondasi perekonomian daerah—terutama ekspor dan sektor pertanian—tetap tangguh menjaga laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. (bam)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli