KALTENG.CO-Pasangan selebriti Al Ghazali dan Alyssa Daguise kembali menegaskan komitmen mereka dalam menjaga privasi sang buah hati, Soleil Zephora Ghazali atau yang akrab disapa Baby Soso.
Langkah ini diambil setelah wajah putri pertama mereka secara tidak sengaja terekspos ke publik melalui unggahan di kanal YouTube milik ibunda Al, Maia Estianty.
Insiden tersebut berawal saat potongan video dari vlog Maia Estianty memperlihatkan paras Baby Soso tanpa sensor. Meski video utama di kanal YouTube tersebut telah dihapus, rekaman singkat yang menampilkan wajah bayi kelahiran Mei 2026 itu sudah terlanjur beredar luas di berbagai platform media sosial.
Kondisi tersebut tak dipungkiri membuat Alyssa merasa sedih dan kecewa. Melalui kanal siaran (broadcast channel) di akun Instagram pribadinya, Alyssa menyampaikan apresiasi kepada netizen yang turut membantu menekan penyebaran foto maupun video sang putri.
“Terima kasih banyak untuk semua yang bantu report dan kasih info-info ke kita. Aku dan Al Ghazali sadar kalau situasinya sudah di luar kendali kita. We’ll move on and learn from this,” ungkap Alyssa.
Batasi Kemunculan Baby Soso di Konten Lain
Menyikapi situasi yang terjadi, Al Ghazali dan Alyssa Daguise langsung mengambil keputusan tegas terkait keterlibatan Baby Soso dalam pembuat konten digital ke depan. Mereka sepakat untuk tidak lagi mengizinkan sang anak tampil di kanal mana pun di luar platform pribadi yang mereka kelola secara langsung.
“Ke depannya Soso tidak akan muncul di vlog siapa pun lagi selain platform kita sendiri yang memang kita bisa kontrol,” tegas Alyssa.
Keputusan ini diambil agar kedua orang tua memiliki kendali penuh terhadap setiap dokumentasi visual buah hati mereka. Momen-momen kebersamaan keluarga tetap dapat berlangsung secara hangat, namun kemunculan Baby Soso di ranah publik akan dibatasi secara ketat, terutama dengan tetap menyembunyikan area wajahnya hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Alasan Utama Proteksi Privasi Sang Anak
Sejak awal kelahiran Baby Soso, Al Ghazali dan Alyssa Daguise memang telah sepakat untuk menjaga kerahasiaan identitas visual putri mereka dari konsumsi publik. Prinsip utama di balik keputusan ini adalah menghormati hak pribadi anak yang saat ini belum memiliki kapasitas untuk memberikan persetujuan (consent).
Al Ghazali sempat menyampaikan bahwa kelak ketika Soleil telah bertumbuh dewasa, sang anak berhak memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah jalannya sendiri—apakah ingin hidup dalam sorotan media atau memilih jalur yang lebih privat.
Selain faktor kebebasan memilih di masa depan, pertimbangan spiritual dan keselamatan mental anak juga menjadi prioritas. Al mengaku cukup berhati-hati terhadap risiko penyakit ain, sehingga memilih untuk tidak mempublikasikan wajah putrinya secara terbuka di ranah digital.
Langkah protektif ini diharapkan dapat memberikan ruang tumbuh kembang yang aman dan tenang bagi Baby Soso jauh dari jangkauan popularitas prematur.(*/tur)