PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran, S.Kom., kembali menyalurkan bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera kepada masyarakat Kota Palangka Raya, Selasa (29/9/2026). Penyaluran bantuan tersebut menyasar warga Kelurahan Panarung dan Kelurahan Pahandut Seberang sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalteng kepada masyarakat yang terdampak kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan.
Bantuan ini merupakan kelanjutan dari penyaluran yang dilakukan Gubernur sehari sebelumnya, Senin (28/9/2026), kepada masyarakat di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Langkai, Kelurahan Kereng Bangkirai, dan Kelurahan Pahandut. Dalam penyaluran tersebut, masyarakat menerima bantuan pangan berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Sementara bagi masyarakat yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data, diberikan bantuan uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Selain bantuan pangan dan BLT, pemerintah juga menyalurkan masker, multivitamin, serta kudapan bergizi untuk membantu menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah paparan kabut asap. Penyaluran bantuan pada Senin dilakukan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Kereng Bangkirai di SMKN 5 Jalan Manduhara, Kelurahan Langkai di Kompleks Marina Permai, serta Kelurahan Pahandut di Pelabuhan Rambang.
Gubernur Agustiar Sabran mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Kalteng dalam memastikan kebutuhan dasar, kesehatan, dan keselamatan masyarakat tetap mendapat perhatian di tengah kondisi karhutla dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Menurutnya, dampak karhutla dan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga kondisi perekonomian warga. “Kami berupaya untuk terus memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kekeringan dan Karhutla ini,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar juga berpesan agar seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang menjadi sasaran dan membutuhkan.Ia menegaskan, penyaluran bantuan harus dilakukan secara adil dan tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan suku, agama maupun pilihan atau latar belakang politik.
“Bantuan ini harus benar peruntukannya. Jangan ada yang membeda-bedakan masyarakat karena suku, agama ataupun partai. Semua masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya. Gubernur juga mengingatkan jajaran pemerintah di tingkat kelurahan agar memastikan proses pendataan dan penyaluran berjalan dengan baik, sehingga tidak ada masyarakat terdampak yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat dari pendataan.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Panarung Evi Kahayanti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalteng atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurut Evi, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, khususnya di tengah kondisi yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kelurahan Panarung. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi warga,” ujar Evi. Evi juga menyatakan pihak kelurahan siap menindaklanjuti pesan Gubernur agar penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan tidak membeda-bedakan masyarakat.
“Kami di Kelurahan Panarung akan terus berupaya memastikan bantuan yang diterima benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Sesuai pesan Bapak Gubernur, tidak ada perbedaan suku, agama maupun latar belakang lainnya. Yang utama adalah masyarakat yang memang membutuhkan mendapatkan perhatian dan bantuan,” tegasnya.
Selain bantuan langsung kepada masyarakat, Pemprov Kalteng juga menyediakan sejumlah dukungan lainnya. Di antaranya layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), bantuan air bersih, serta rumah oksigen yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis agar mudah dijangkau masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara gratis. Pemerintah juga menyiapkan sumur bor yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung upaya penanganan dan pemadaman karhutla.
Gubernur mengimbau masyarakat yang masih membutuhkan bantuan agar menyampaikan kebutuhannya melalui kanal Lapor Pak Gub. Ia juga meminta para lurah beserta jajaran terkait memastikan warga terdampak yang belum masuk dalam pendataan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, bantuan pemerintah diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama warga yang terdampak langsung oleh kondisi karhutla dan kekeringan. (pra)