PULANG PISAU, Kalteng.co – Komitmen mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah tidak cukup hanya melalui pernyataan. Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Kalimantan Tengah membuktikannya dengan turun langsung bersama jajaran Polda Kalteng melakukan pemadaman api dan pembasahan lahan di kawasan Tanjung Taruna KM 21, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua PD KBPP Polri Kalimantan Tengah, Yosia Wangsajaya, S.Kom., M.Kom., CEH, bersama personel Tim 4 Satgas Preemtif Ditbinmas Polda Kalteng yang dipimpin Kabagbinops Ditbinmas Polda Kalteng, Kompol Wahyu Edi Priyanto, S.H.
Di lokasi terdampak, personel kepolisian bersama KBPP Polri Kalteng melakukan pemadaman pada titik-titik yang masih mengeluarkan api dan asap. Upaya kemudian dilanjutkan dengan pembasahan lahan untuk membantu memastikan bara api, termasuk yang berpotensi tersisa di dalam tanah, tidak kembali memicu kebakaran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan Karhutla yang mengedepankan tindakan preemtif, patroli, pemadaman, pembasahan lahan, sosialisasi, serta pelibatan masyarakat secara langsung.
Upaya itu sejalan dengan arahan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., dan Dirbinmas Polda Kalteng, Kombes Pol Budhi Rochmat, S.I.K., yang menekankan pentingnya langkah antisipatif dan keterlibatan berbagai elemen dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Bagi KBPP Polri Kalteng, dukungan terhadap kepolisian diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Organisasi tersebut memilih untuk terlibat langsung dalam membantu petugas menghadapi kondisi lahan terbakar, panas, dan asap yang menyertai proses pemadaman.
Tidak hanya membantu pemadaman dan pembasahan lahan, KBPP Polri Kalteng juga menyerahkan bantuan sembako dan masker kepada petugas Polri yang bertugas di Posko Tanjung Taruna.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap personel yang terus menjalankan tugas di lapangan dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Ketua PD KBPP Polri Kalimantan Tengah, Yosia Wangsajaya, menegaskan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan bagian dari komitmen untuk berjalan bersama Polda Kalteng sekaligus hadir membantu mengatasi persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Ketika Polda Kalteng berada di lapangan memadamkan api dan melindungi masyarakat, KBPP Polri Kalimantan Tengah harus hadir di sampingnya. Kami membantu apa yang dapat kami bantu—turun melakukan pemadaman, pembasahan lahan, memberikan masker dan bantuan kepada petugas. Inilah bentuk nyata kebersamaan kami dengan Polri dan masyarakat,” ujar Yosia.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yakni membangun kolaborasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan, sosial, serta kemanusiaan.
Penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Terlebih, pada lahan gambut, bara api dapat bertahan di dalam tanah meskipun api di permukaan telah terlihat padam. Karena itu, pembasahan lahan dan pemantauan lanjutan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran kembali terjadi.
Sinergi antara Polda Kalteng, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas pun menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.
KBPP Polri Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya Polda Kalteng dalam menghadapi Karhutla. Melalui keterlibatan langsung di lapangan dan bantuan kepada petugas, organisasi ini berupaya mengambil bagian dalam menjaga keselamatan masyarakat serta lingkungan di Bumi Tambun Bungai.
Bagi KBPP Polri Kalteng, semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui aksi nyata dan kepedulian bersama. (pra)