← Kembali ke https://kalteng.co/

Dikepung Karhutla, Novita Selamat tapi Jari Kakinya Tak Bisa Diselamatkan

https://kalteng.co/ • 08 October 2026 19:55
Dikepung Karhutla, Novita Selamat tapi Jari Kakinya Tak Bisa Diselamatkan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Di tengah kepungan api dan bara yang membakar lantai hutan, seekor orangutan muda berusaha menyelamatkan diri. Novita, orangutan betina berusia sekitar 4 tahun, diduga harus menembus area yang masih membara sebelum akhirnya berhasil memanjat pohon untuk menghindari kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perjuangan itu meninggalkan luka serius. Novita yang dievakuasi dari kawasan Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, pada 26 September 2026, ditemukan mengalami luka bakar pada telapak tangan dan kaki. Saat ini, Novita masih menjalani perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOSF Nyaru Menteng dengan dukungan BKSDA Kalimantan Tengah dan pihak terkait.

Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, kondisi luka bakar Novita kini menunjukkan perkembangan positif. Namun, cedera yang dialami orangutan muda tersebut berpotensi meninggalkan dampak fisik setelah proses pemulihan selesai.

“Kondisi luka bakar Novita saat ini menunjukkan perbaikan positif. Namun, pascapulih nanti kemungkinan kondisinya tidak dapat kembali 100 persen seperti sedia kala sebelum terbakar. Penjelasan rinci terkait potensi cacat fisik nantinya akan disampaikan langsung oleh tim medis,” jelasnya saat ditemui awak media, Kamis (8/10/2026) sore.

Menurutnya, hingga saat ini BKSDA Kalteng belum menerima laporan mengenai kematian satwa dilindungi akibat karhutla. Petugas bersama instansi terkait juga terus melakukan penyisiran di sekitar kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada satwa liar yang terjebak atau membutuhkan pertolongan darurat.

“Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor melalui call center BKSDA Kalteng jika menemukan satwa liar yang terisolasi atau membutuhkan penanganan darurat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan BOS, Dr. Ir. Jamartin Sihite mengatakan, Novita mengalami luka bakar hingga sekitar 20 persen. Luka paling serius terdapat pada bagian telapak dan jari kaki yang diduga terjadi saat Novita berjalan melewati area yang masih dipenuhi bara sebelum menyelamatkan diri ke atas pohon.

“Novita mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian telapak dan jari kakinya karena harus berjalan menembus bara api sebelum akhirnya memanjat pohon untuk menyelamatkan diri,” jelas Jamartin.

Jamartin mengungkapkan, jaringan pada jari-jari kaki Novita tidak dapat diselamatkan akibat luka bakar tersebut. Kendati demikian, bagian telapak kaki masih diproyeksikan dapat pulih dengan baik.

Ia optimistis keterbatasan fisik itu tidak serta-merta menutup peluang Novita kembali ke hutan. Setelah seluruh luka tertangani, tim akan melakukan rehabilitasi, termasuk menguji kemampuan Novita memanjat dan mencari makan secara mandiri.

“BOSF memiliki pengalaman melepasliarkan orangutan tanpa jari dan mereka mampu bertahan hidup dengan baik di alam bebas. Kami optimistis Novita bisa kembali ke hutan setelah menjalani seluruh tahapan pemulihan, uji kelayakan memanjat, dan kemampuan mencari makan mandiri sesuai protokol keselamatan,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli