← Kembali ke https://kalteng.co/

Harga TBS Sawit Kalteng Periode II September Merosot, Ini Rinciannya

https://kalteng.co/ • 08 October 2026 13:03
Harga TBS Sawit Kalteng Periode II September Merosot, Ini Rinciannya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun di Kalimantan Tengah kembali mengalami penurunan. Koreksi harga terjadi pada periode II September 2026, baik untuk pekebun mitra plasma maupun mitra swadaya.

Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Provinsi Kalimantan Tengah, harga tertinggi TBS untuk pekebun plasma ditetapkan Rp3.741,94 per kilogram.

Harga tersebut berlaku untuk tanaman berusia 10–20 tahun. Jika dibandingkan periode I September 2026 yang berada di angka Rp3.782,95 per kilogram, terjadi penurunan sebesar Rp41,01 per kilogram.
Penetapan harga periode II September tersebut dilakukan melalui rapat daring pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Untuk pekebun mitra plasma, harga TBS ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Berikut rinciannya:

Umur 3 tahun: Rp3.058,96/kg
Umur 4 tahun: Rp3.183,60/kg
Umur 5 tahun: Rp3.336,04/kg
Umur 6 tahun: Rp3.458,56/kg
Umur 7 tahun: Rp3.485,00/kg
Umur 8 tahun: Rp3.551,83/kg
Umur 9 tahun: Rp3.629,58/kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.741,94/kg
Umur 21 tahun: Rp3.687,01/kg
Umur 22 tahun: Rp3.589,03/kg
Umur 23 tahun: Rp3.484,29/kg
Umur 24 tahun: Rp3.382,98/kg
Umur 25 tahun: Rp3.326,57/kg

Dari struktur harga tersebut, nilai tertinggi berada pada kelompok tanaman berumur 10–20 tahun. Sedangkan harga terendah berlaku bagi tanaman berumur tiga tahun.
Secara keseluruhan, dibanding periode sebelumnya, penurunan harga TBS plasma berada pada kisaran Rp32,11 hingga Rp41,01 per kilogram, tergantung kelompok umur tanaman.

Penurunan tidak hanya terjadi pada pekebun mitra plasma. Harga TBS untuk pekebun mitra swadaya juga mengalami koreksi dan ditentukan berdasarkan komposisi buah tenera dan dura.
Untuk periode II September 2026, harga tertinggi diberikan pada TBS dengan komposisi 100 persen tenera dan 0 persen dura, yakni Rp3.428,13 per kilogram.

Sementara itu, harga berdasarkan komposisi buah ditetapkan sebagai berikut:

Tenera 100% – Dura 0%: Rp3.428,13/kg
Tenera 90% – Dura 10%: Rp3.405,86/kg
Tenera 80% – Dura 20%: Rp3.383,59/kg
Tenera 70% – Dura 30%: Rp3.361,32/kg
Tenera 60% – Dura 40%: Rp3.337,82/kg
Tenera 50% – Dura 50%: Rp3.315,55/kg
Tenera 40% – Dura 60%: Rp3.293,27/kg

Jika dibandingkan periode I September 2026, harga TBS dengan komposisi 100 persen tenera turun Rp38,58 per kilogram, dari sebelumnya Rp3.466,71 menjadi Rp3.428,13 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada komposisi lainnya, dengan kisaran koreksi Rp38,25 hingga Rp38,58 per kilogram. Koreksi harga TBS tersebut sejalan dengan melemahnya dua komponen utama dalam perhitungan harga, yakni crude palm oil (CPO) dan kernel.

Rata-rata harga CPO lokal turun Rp119,07 per kilogram, dari Rp15.502,13 menjadi Rp15.383,06 per kilogram. Sedangkan rata-rata harga kernel lokal mengalami penurunan lebih besar, yakni Rp370,62 per kilogram, dari Rp13.645,48 menjadi Rp13.274,85 per kilogram.

Meski demikian, Faktor K yang digunakan dalam perhitungan harga TBS tetap berada di level 92,31 persen. Penetapan harga tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 64 Tahun 2020 beserta perubahannya.

Sementara itu, penetapan harga TBS untuk Periode I Oktober 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli