← Kembali ke https://kalteng.co/

Tagih Janji GM PLN Kalselteng Soal Listrik Stabil, Massa Lempar Telur Busuk ke Kantor PLN Palangka Raya

https://kalteng.co/ • 08 October 2026 05:31
Tagih Janji GM PLN Kalselteng Soal Listrik Stabil, Massa Lempar Telur Busuk ke Kantor PLN Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Aksi demonstrasi menyoroti pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya berujung ricuh. Massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Gelap dan Gerakan Pemuda Tolak Pemadaman terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan dan aparat kepolisian di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (7/10/2026).

Kericuhan terjadi setelah massa meminta General Manager PLN menemui mereka secara langsung untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan dan pemadaman bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Namun, hingga batas waktu yang diberikan, pimpinan PLN maupun perwakilan manajemen yang diharapkan menemui massa belum juga datang. Situasi tersebut kemudian memicu kekecewaan peserta aksi.

Sejumlah massa kemudian berupaya masuk ke area Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Bahkan, beberapa peserta aksi terlihat mencoba memanjat tembok untuk menerobos ke dalam kompleks perkantoran. Upaya tersebut langsung dihadang petugas keamanan hingga terjadi aksi saling dorong.

Situasi semakin memanas ketika sebagian massa berhasil masuk ke halaman kantor. Di lokasi, mereka kembali berhadapan dengan barisan aparat kepolisian yang telah disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi. Aparat berupaya menahan massa agar tidak semakin masuk ke area kantor dan mengganggu aktivitas pelayanan.

Sebelum kericuhan terjadi, massa juga sempat melemparkan telur busuk ke arah halaman Kantor PLN. Telur tersebut dibawa sebagai simbol kekecewaan terhadap komitmen PLN yang dinilai belum terealisasi sesuai janji sebelumnya.

Koordinator lapangan aksi, Fiteli, mengatakan kedatangan massa untuk menuntut realisasi komitmen dan janji General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terkait kestabilan sistem kelistrikan. Menurutnya, dalam pertemuan sebelumnya, PLN menyampaikan kondisi kelistrikan Palangka Raya dan Kalimantan Tengah akan kembali stabil pada akhir Agustus hingga 5 September.

“Kalau kami datang hari ini untuk menuntut komitmen dan janji General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sebelumnya disampaikan bahwa pada akhir Agustus sampai 5 September kondisi kelistrikan di Palangka Raya khususnya dan Kalimantan Tengah umumnya akan kembali stabil,” kata Fiteli.

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima massa, hingga sekitar pukul 11.00 WIB masih terdapat pemadaman di sejumlah wilayah Palangka Raya dan Kalimantan Tengah. Menurutnya, massa tidak hanya menuntut pengurangan durasi pemadaman, tetapi menginginkan kondisi kelistrikan benar-benar kembali normal.

“Memang kami melihat ada pengurangan durasi pemadaman. Kalau sebelumnya masyarakat bisa mengalami pemadaman sekitar tujuh sampai delapan jam, sekarang di beberapa wilayah menjadi sekitar tiga sampai empat jam. Tetapi bagi kami itu belum cukup,” tegasnya.

Fiteli menilai persoalan pemadaman listrik tidak hanya berdampak terhadap kelompok yang melakukan aksi, tetapi juga masyarakat secara luas. Terlebih, masyarakat Palangka Raya saat ini masih menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Komitmen GM UID Kalselteng yang sebelumnya disampaikan benar-benar direalisasikan. Masyarakat Palangka Raya saat ini sudah menghadapi persoalan kabut asap akibat karhutla. Jangan sampai penderitaan masyarakat ditambah lagi dengan persoalan pemadaman listrik yang berkepanjangan,” ujarnya.

Terkait kericuhan, Fiteli membantah massa datang dengan tujuan melakukan pengrusakan. Menurutnya, upaya masuk ke area kantor merupakan bentuk protes agar aspirasi mereka dapat disampaikan secara langsung kepada pimpinan PLN.

Ia menjelaskan, telur busuk yang dibawa dalam aksi juga merupakan simbol kekecewaan terhadap janji dan komitmen PLN yang dinilai belum sepenuhnya diwujudkan.

“Kami membawa telur busuk sebagai bentuk ekspresi kekecewaan. Telur busuk tersebut kami simbolkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pernyataan atau janji pihak PLN yang menurut kami belum terealisasi sebagaimana yang disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (oiq)

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli