← Kembali ke https://kalteng.co/

Media Italia Sebut Timnas Indonesia “Raksasa Tidur” yang Bangkit Usai Lolos Final ASEAN Cup

https://kalteng.co/ • 04 October 2026 08:44
Media Italia Sebut Timnas Indonesia “Raksasa Tidur” yang Bangkit Usai Lolos Final ASEAN Cup

KALTENG.CO-Perjalanan impresif Tim Nasional Indonesia hingga berhasil menembus babak final FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat sorotan luas dari media olahraga ternama Italia, Corriere dello Sport.

Sorotan internasional ini terasa kian emosional lantaran bertepatan dengan momen empat tahun peringatan Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 jiwa.

Skuad Garuda memastikan langkah ke partai puncak usai membantai Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kemenangan besar ini diraih lewat perjuangan dramatis demi mengungguli produktivitas gol Malaysia di posisi puncak Grup A.

Sebelum peluit pertama dibunyikan, momen haru mewarnai SUGBK saat seluruh pemain dan puluhan ribu penonton berdiri mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban peristiwa Kanjuruhan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kelolosan ini memiliki makna yang jauh mendalam melebihi hasil pertandingan di lapangan.

“Empat tahun lalu, kita kehilangan 135 saudara kita di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kita mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final. Bagi saya, ini bukan sekadar tentang menang dan kalah,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Drama Menit Akhir Penentu Juara Grup A

Laga melawan Bangladesh berjalan sangat sengit hingga detik-detik akhir. Indonesia yang butuh keunggulan gol ekstra terus menggempur pertahanan lawan.

Drama terjadi di masa injury time:

Hasil ini membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan selisih gol serupa, yaitu $+9$. Namun, Timnas Indonesia berhak mengunci status juara Grup A berkat keunggulan agresivitas gol, dengan mencetak total 11 gol berbanding sembilan gol milik Malaysia.

Corriere dello Sport juga mengulas lika-liku perjalanan Garuda di fase grup, termasuk laga panas tanpa gol melawan Malaysia pada 28 September. Dalam laga tersebut, Indonesia harus berlaga dengan 10 pemain setelah Thom Haye diganjar kartu merah via tinjauan VAR, serta gol Justin Hubner yang dianulir karena offside tipis.

Transformasi “Raksasa Tidur” Sepak Bola Indonesia

Media ternama asal Italia itu menilai keberhasilan Indonesia melangkah ke final merupakan buah dari transformasi berkelanjutan yang dipimpin oleh PSSI di bawah arahan Erick Thohir.

Erick, yang pernah diwawancarai oleh Corriere dello Sport, menyebut sepak bola Indonesia sebagai “raksasa yang sedang tidur”—sebuah analogi atas potensi raksasa yang kini mulai bangkit lewat pengelolaan profesional dan transparan.

Bagi Erick, Tragedi Kanjuruhan menjadi pendorong utama reformasi tata kelola sepak bola nasional secara menyeluruh.

“Ini tentang bagaimana sepak bola Indonesia belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju. Kita harus menjaga ingatan tentang Kanjuruhan sekaligus memastikan sepak bola Indonesia yang kita bangun hari ini jauh lebih profesional, membanggakan, dan menjamin keamanan serta kenyamanan para suporter yang mendukung langsung timnas ke stadion,” tegas Erick.

Kombinasi Pilar Keturunan dan Laga Puncak Lawan Thailand

Kenaikan performa Timnas Indonesia juga tidak terlepas dari hadirnya deretan pemain keturunan berkualitas yang memperkuat kedalaman skuad di FIFA ASEAN Cup 2026. Nama-nama seperti Kevin Diks, Justin Hubner, Calvin Verdonk, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, hingga Mitchell Baker menjadi pilar penting dalam skema permainan Garuda.

Kini, fokus anak asuh Timnas Indonesia tertuju penuh pada laga krusial di partai pamungkas. Timnas Indonesia dijadwalkan akan berhadapan dengan Thailand dalam perebutan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli